Iklan Disini 728 x 90
DAERAH

Relawan IWO Sulbar dan Yayasan Karampuang Hibur Anak-anak Korban Gempa Palu

Ketua IWO Sulbar bersama anak-anak korban gempa (Foto : IWO)

PALU, AMOKnews – Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Barat bekerjasa sama dengan Yayasan Karampuang menghibur anak-anak korban gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala.

Selain membawa mainan, tim relawan juga akan menggandeng beberapa Tim trauma healing yaitu Kak Dian, Kak Adam dan Kak Nanna.

Ketua IWO Sulbar, Muh Basri Sangkala mengatakan, inisiatif IWO Sulbar dan Yayasan Karampuang setiba di Sulawesi Tengah langsung menghibur anak-anak di pengungsian.

Kata dia, pasca gempa ketua dan beberapa pengurus inti IWO Sulbar telah terjun langsung ke Sulawesi Tengah dan ikut menjadi relawan untuk mengevakuasi korban bencana alam.

“IWO Sulbar bersama dengan Yayasan Karampuang akan tinggal beberapa hari di lokasi pengungsian di Kabupaten Donggala Palu dan Sigi untuk menghibur anak-anak di sana. Setelah hampir 2 minggu melakukan misi kemanusiaan di sana, faktanya kami melihat anak-anak di sana masih trauma pasca gempa yang terjadi 28 September 2018 kemarin,” ujar pria yang akrab disapa Daeng Ribas ini.

Rombongan juga membawa beberapa orang yang pandai untuk berdongeng untuk anak-anak dan juga beberapa orang yang pandai memainkan musik untuk menghibur para pengungsi.

Daeng berharap bantuan kemanusiaan serta mainan anak yang dibawa oleh IWO Sulbar dan Yayasan Karampuang nantinya dapat sedikit mengobati trauma para pengungsi di sana terutama anak-anak.

“Saya berharap semoga beberapa mainan serta beberapa anggota tim dengan berbagai keahlian dapat menghibur para pengungsi terutama anak-anak di pengungsian nantinya” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada tanggal 28 September 2018 lalu telah terjadi bencana alam berupa gempa tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah tepatnya di Kabupaten Donggala, Palu dan Sigi.

Akibat gempa 7,4 magnitudo ini pula, lebih dari 2000 jiwa melayang di Sulteng serta membuat puluhan ribu masyarakat dari lansia sampai anak-anak mengungsi karena tempat tinggal mereka porak-poranda bahkan rata dengan tanah.

 

 

Penulis : IWO/r

Editor   : Rudiarjo Pangaribuan

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AMOKNEWS.COM merupakan portal berita independen

Hubungi Kami




To Top